Mengenang…(Kunjungan ke Panti Jompo)

Hai teman-teman Xavetta, hari ini kami akan menceritakan pengalaman kami serta teman-teman kelas 6  saat retret tahun 2018 ini.  Kegiatan yang tak terlupakan yaitu  mengunjungi Panti Jompo.

Sore hari yang cerah, kelompok retret  yang kami jalani sudah bisa berjalan lancar. Hari yang ditentukan telah tiba. Kami berjalan bersama menuju lokasi di mana oma dan opa tinggal.  Lokasi panti Jompo tidak jauh dari tempat retret. Suasana panti Jompo sangat asri . Ruangan ruangan di sana bersih. Kamar tertata rapi. Di sekitar halaman gedung panti jompo itu tampak berbagi tanaman hias yang menyemarakkan suasana. Ketika kami datang begitu sejuknya udara.

Awalnya kami semua merasa bingung, “ Kok sepi…..seperti tidak ada penghuninya.” Tentu kami dan teman-teman bertanya-tanya. Kami disambut oleh suster petugas panti jompo. Suster segera mengarahkan anak-anak Xavetta yang ingin berjumpa dengan para lansia di sana.

Kami sangat senang bisa bertemu orang –orang tua yang tinggal di sana. Kami nmenyebut mereka oma dan opa, karena seperti kakek dan nenek kami.  Di antara kami, teman-teman dari SD Xaverius 1 ada yang berbagi snack kepada oma dan opa.

Oma dan opapun begitu gembira menyambut kedatangan cucu-cucnya. Mereka begitu terharu melihat kami datang. Seakan cucu-cucunya sendiri yang sedang berkunjung.

Pada kesempatan itu pula murid-murid diperkenankan oleh petugas panti jompo  untuk berdialog dengan oma dan opa di sana. Beginilah cerita singkat dialog kami :

Nah, seperti Opa Junadi Wijaya atau yang sering dipanggil Opa Adi yang sudah tinggal di Panti Jompo selama 3 bulan 10 hari, asal opa  Junadi ini dari Palembang.  Opa Juandi ini tinggal di Panti Jompo karena kesepian tidak ada keluarga.

“Bagaimana  perasan Opa tinggal di Panti Jompo?”

Opa Juadi menjawab, “Opa di sini dangat senang karena memiliki teman. Teman-teman di sini sudah seperti keluarga Opa.” Nah….teman-teman Xavetta , ternyata opa Junadi berpesan kepada kita, “Rajin-rajinlah belajar”. Opa Junadi juga berdoa untuk kita para cucunya, “ Semoga sukses dalam belajar dan menjadi anak yang baik, juga selalu  mencintai keluarganya”.

Nah teman-teman  Xavetta,  selain Opa Junadi kami sempatkan betanya kepada Oma Sri Verina yang biasanya dipanggil Oma Sri. Oma Sri tinggal di Panti Jompo selama 4 tahun. Oma Sri ini berasal dari Tanjung Enim.  “ Ayoo siapa  yang ingat dalam pelajaran Kota Tanjung Enim? Hehe……….. Oma ini tinggal di Panti Jompo karena hidup sebatang kara. Saat kami menanyakan apa perasaan oma tinggal di Panti Jompo, Oma menjawab “Oma merasa bahagia di sini karena banyak teman-teman”.  Pesan  Oma Sri “Jangan nakal ya… Rajin-rajin belajar!”

Tema-teman Xavetta, mungkin di antara temn-teman ada yang belum pernah sama sekali berkunjung ke panti jompo ini. Ternyata para lansia di sana beragam permasalahan yang dihadapi. Ada yang sudah sakit, bahkan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja, ada yang sehat dan bisa berkebun. Ada juga yang bisa menyulam taplak meja dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya.

Semua Opa dan Opa yang ada di sana sangat baik dan ramah loh. Kami sangat sedih dan terharu melihat para Jompo yang tinggal di sana. Dengan pengalaman berkunjung ke panti jompo ini kami ingat orang tua kami. Maka kami berjanji untuk selalu sayang pada orang tua.

Kami berfikir, tidak akan membiarkan orang tua kami di panti jompo. Orang tua kita telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Maka tugas kita juga selalu menyayangi mereka. Kita harus bisa merawat orang tua kita juga jika mereka nanti memasuki masa tua.

Tugas kita saat ini adalah mendoakan orang tua supaya selalu sehat dan bahagia. Semoga kita akan bisa selalu bisa membahagiakan orang tua kita nanti.

Auryn Michele .Mok (6B)     dan    Cassandra G.F (6A)

Comments are closed.