Xavetta, dalam LIMAS

Merayakan ulang tahunnya yang ke-33, SMA Xaverius 3 mengadakan bazar stand makanan, pameran, serta perlombaan bagi siswa TK, SD, dan SMP. SD Xaverius 1 tak ingin ketinggalan momen berharga ini dan mengirim putra-putri kebanggaan sekolah untuk mengikuti berbagai lomba yang diadakan SMA Xaverius 3. Felicia Juliano adalah salah satu putri kebanggaan SD Xaverius 1 yang berhasil mendapatkan Juara 2 lomba melukis. Felicia yang memang sering mengikuti berbagai perlombaan melukis ini mengaku sangat senang bisa meraih Juara 2. Sesuai dengan tema perlombaan ‘Zaman Dulu dan Zaman Modern’, Felicia memilih melukis permainan tradisional.

“Aku melukis orang yang sedang bermain lompat tali, engkleng, dan egrang,” katanya.

Felicia yang duduk di bangku kelas 4 ini mengaku suka melukis sejak kelas 3. Oleh kedua orang tuanya, Felicia dimasukkan ke Sanggar Lukis Kak Yos untuk menekuni bakatnya. Ia dilatih oleh Pak Abi, sang guru lukis, sejak TK. Namun saat itu ia sempat berhenti dan melanjutkan latihannya di sanggar saat kelas 3.

“Buat teman-teman, belajar terus, supaya bisa dapat juara,” pesan gadis yang berusia 10 tahun ini.

Selain Felicia, Josephine Natasha Lim juga meraih Juara 1  dalam lomba mewarnai. Siswi kelas 1 ini juga sangat senang bisa kembali mempersembahkan piala bagi sekolah. Pipin, panggilan akrabnya, mewarnai gambar orang-orang yang sedang bermain. Seperti Felicia, Pipin juga mengikuti sanggar yang sama sejak TK. Pipin pun sudah sering ikut berbagai lomba mewarnai dan selalu mendapat juara. Gadis cilik  berusia 7 tahun ini memang sangat berprestasi. Selain suka mewarnai, Pipin juga suka menghitung.

“Aku suka menghitung. Pernah ikut lomba sempoa dan selalu dapat juara 1,” tuturnya.

Selain dua prestasi yang diraih dalam memeriahkan ulang tahun SMA Xevrius 3 yang ke-33, SD Xaverius 1 juga diundang untuk mengisi pentas seni. Oleh karena itu, SD Xaverius 1 menampilkan atraksi ansambel dan meraih penghargaan sebagai Penampilan Terbaik. Instrumen yang dimainkan di antaranya angklung, kolintang, bass drum, snare drum, dan belira. Lagu yang dibawakan adalah Garuda Pancasila, Tanah Air, dan Cuk Mak Ilang.

Coleta Sumartini, sang guru pelatih, memilih 3 lagu tersebut untuk dibawakan karena menyesuaikan dengan lingkup sekolah tempat mereka tampil.  

“Karena tampil di lingkup sekolah, maka tim ansambel SD Xaverius 1 memilih membawakan lagu wajib untuk meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme. Kami memilih lagu daerah juga untuk melestarikan budaya. Kita ingin memberitahu masyarakat bahwa lagu daerah Palembang pun bisa dimainkan tidak hanya dengan alat musik tradisional, namun juga alat musik yang lebih modern seperti drum dan belira,” jelasnya.

Pengenalan tentang lagu dan alat music sudah diberikan di ekskul Angklung dan kolintang setiap hari Jumat. Namun untuk penampilan di SMA Xaverius 3, Coleta hanya menambahkan dua lagu. Lagu Garuda Pancasila adalah lagu yang sudah sering dimainkan.

“Anak-anak yang tampil dalam tim ansambel adalah anak-anak yang ikut ekskul kolintang dan angklung. Sedangkan untuk instrument bass drum, snare drum, dan belira adalah variasi supaya tampil beda,” kata Coleta.

Ekskul angklung dan kolintang sudah cukup sering diminta tampil dalam acara-acara tertentu, seperti acara sekolah dan Pesparani Sumsel tahun 2019 lalu. Dalam waktu dekat ini, tim ansambel akan kembali tampil dalam acara ulang tahun sekolah dan perpisahan siswa kelas 6 di SD Xaverius 1. ** Maria Sylvista

Comments are closed.